Laman

Aug 16, 2015

First Day On Fedora

Cuma Fun Posting, untuk pengingat saja.
Baru saja selesai pasang Fedora 22 menggantikan Arch Linux di komputer tuaku.


Aug 15, 2015

Curhat Colongan Selama Menggunakan Linux

Entah sudah berapa distribusi linux yang sudah saya coba, tapi sampai hari ini masih belum bisa menetapkan hati pada satu distribusi. Awal mula mengenal linux kira-kira tahun 2005, waktu bekerja sebagai operator warnet. Teknisi warnet pada saat itu sedang berusaha mengajukan pengiriman CD Ubuntu kalau tidak salah, saya lupa berapa versi tepatnya waktu itu, yang saya ingat waktu itu ada tulisan dalam Bahasa Inggris yang kira-kira artinya "Anda tidak bisa mengakses halaman ini karena anda berasal dari salah satu antara dua negara ini (yang satu saya lupa) dan Indonesia, negara anda rawan pembajakan dan virus", saya sempat bertanya padanya,
"Itu apa bang?".
"Ubuntu, ini gratis", jawabnya.
"Hah???".
Saat itu saya tidak tertarik sama sekali.

Kira-kira awal tahun 2007 saya mendapatkan kesempatan kedua, waktu bekerja sebagai operator download aplikasi handphone, saya penasaran ingin bisa masuk ke servernya yang menggunakan sistem operasi Windows dan dilindungi dengan akun administrator menggunakan kata sandi, setelah beberapa bulan googling saya mendapatkan sebuah informasi (ini juga lupa dari mana) bahwa kata sandi Windows bisa direset menggunakan live cd knoppix, saat itu saya bahkan sempat menjalankannya dengan media usb flashdisk. Usaha mereset password tersebut gagal, karena saya sama sekali tidak mengerti menggunakan command-line di linux. Ironinya saya sudah menjalankan knoppix hampir seminggu tanpa tahu kalau itu adalah linux. Seperti sebelumnya saya tidak mencari tahu lebih banyak.

Pada tahun 2009 saya kembali bekerja sebagai operator warnet, saat membaca-baca tentang entah sedang apa, saya sempat mendownload Ubuntu juga dan memasangnya menggunakan WUBI. Itu hanya sebatas mencoba.

Tahun 2011, saya membaca-baca tentang proxy server dan ingin membuatnya, jadilah waktu itu saya mencoba Ubuntu server, dan kaget saat pertama kali menjalankannya ketemu prompt command line kosong lagi. Setelah beberapa saat mencoba dan kurang berhasil saya berhenti, tapi selama melakukan pencarian saya jadi dapat banyak informasi tentang Ubuntu desktop, begitu Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot dirilis, saya langsung unduh. Kebetulan saat itu saya baru membeli sebuah laptop DELL Inspiron 14R N4010. Saya langsung pasang pada laptop tersebut dual-boot dengan Windows 7 Home Premium OEM bawaan laptop. Karena spesifikasi laptop yang mendukung saat itu saya menggunakan Gnome3 sebagai DE.

Tahun 2012 saat Ubuntu 12.04 dirilis saya membaca banyak sekali perdebatan soal Gnome3 dan Unity. Sampai-sampai saat upgrade saya terpaksa harus meninggalkan Gnome3 dan menggunakan Unity. Karena hal tersebut saya juga jadi banyak baca tentang DE dan WM, jadinya setelah mendapatkan pengalaman yang kurang mulus ketika menggunakan Unity, saya mencoba-coba Ubuntu Flavor yang lain, pilihan saya jatuh pada Xubuntu. Setelah merasakan ringannya menggunakan XFCE pada laptop saya, mulailah penasaran dengan Linux dan interface yang ringan. Petualangan berpindah-pindah distropun dimulai.

Sampai awal tahun 2013 entah sudah berapa distro yang dicoba, mulai dari segala macam varian Ubuntu, Debian, sampai Puppy Linux, saat itu sudah merasakan sedikit manfaat dari Linux, yang awalnya hanya digunakan untuk browsing dan streaming saja, waktu ketemu soal DRBL dan Clonezilla mengubah kebiasaan saya untuk membuat image instalasi Windows untuk warnet yang biasanya pake Acronis.

Dari situ pula timbul rasa ingin tahu lebih tentang linux, dan akhirnya memutuskan untuk mencoba Slackware 13.37, waktu install pertama kali berdebar juga. Banyak bacaan yang ditemui waktu searching kalau Slackware itu sulit. Tapi pengalaman waktu pemasangan pertama kali berjalan mulus. Akhirnya betah menggunakan Slackware. Waktu saya sudah tidak punya laptop dan komputer pribadi lagi saya memasang slackware 14.1 di USB HDD yang saya miliki. agar bisa digunakan kapan saja saya berkesempatan meminjam komputer atau laptop.

Akhir tahun 2014 saya berkesempatan memiliki sebuah komputer tua dan koneksi internet dengan bandwidth kecil, saya memasang Slackware-current pada komputer tersebut, pada tahun itu juga saya berkesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah D3 teknik komputer di sebuah kampus kecil di kampung halaman. Menggunakan slackware di komputer dengan spek yang lumayan tua sebenarnya sangat ringan dan nyaman apalagi menggunakan fluxbox sebagai manajemen window, kecuali saat mencoba membangun paket, bisa menjadi sangat lama. Proses download source kemudian membangun paket sangat sering dilakukan waktu mengikuti slackware-current. Padahal spesifikasi tua dan bandwidth kecil.

Walaupun begitu sebenarnya tidak ingin ganti distro karena sudah nyaman, awal 2015 saat ada teman yang tertarik dengan linux, saya mencoba mengunduh beberapa image distro, mulai mencari lagi distro apa yang menarik dan mudah digunakan untuk mereka. Mulailah gonta-ganti distro lagi, tapi dari beberapa orang hanya satu orang yang akhirnya menggunakan linux, dan distro pilihannya adalah elementary OS. Selesai berurusan dengan itu tadinya saya ingin kembali menggunakan slackware, tapi terselip keinginan mencoba Arch Linux jadinya saya pasanglah Arch Linux dan ternyata nyaman juga.

Sampai beberapa waktu yang lalu, saya ditawarkan seorang teman untuk belajar membuat memasang server menggunakan Centos, sekian banyak distro yang saya coba tapi belum pernah mencoba distro yang menggunakan RPM. Agak kelabakan juga waktu coba pasang di virtualbox. Saya masih menggunakan arch dan tidak berniat juga pindah distro, sampai waktu saya disuruh mencoba memasang centos dengan fasilitas virtual remote console milik Dell Blade server, ternyata arch tidak bisa menjalankan virtual console yang menggunakan javaws lewat plugin iced tea web. Saat mencari solusinya diinternet ternyata harus mengupgrade firmware iDRAC milik server, sementara teman yang mengajarkan saya tidak mau upgrade firmware servernya. Mau tak mau demi belajar saya harus pindah distro lagi.

Sebenarnya di Slackware virtual consolenya bisa jalan mulus, tapi saya pikir sekalian belajar menggunakan keluarga red hat saya ingin install Fedora saja.
Setelah beberapa hari berusaha mengunduh fedora akhirnya kemaren selesai juga. Yang saya download adalah Fedora 22 server, kenapa server? karena saya tertarik dengan fitur minimal install-nya yang sejak Fedora 22 hanya dimiliki oleh Fedora server.

Kemaren saya sudah mulai mencoba memasang fedora dengan minimal install tapi hari saya terpaksa harus memasang ulang karena gagal waktu pemasangan xorg-server, dan saya kurang yakin pemasangan driver proprietary nvidia saya sebelumnya. mumpung ada waktu lebih, apa salahnya coba-coba lagi. :D

Aug 14, 2015

Impian Kecilku

Semua orang pasti mempunyai permasalahan masing-masing, yang kadang-kadang terasa sangat berat, begitu pula aku. Tapi aku masih memiliki mimpi-mimpi yang ingin kucapai. Walau berbagai kendala menghadang aku yakin, jika aku terus percaya dan berusaha, suatu hari mimpiku akan tercapai.

Mungkin di dunia ini masih banyak yang lebih susah dibandingkan diriku saat ini. Namun apa yang kujalani sekarang juga tidak mudah. Berkali-kali gagal dalam pendidikanku tak membuatku jera. Aku masih ingin belajar, dan terus belajar. Salah satu mimpi besarku adalah apa yang kupelajari akan bisa bermanfaat bagi diriku, dan orang lain dikemudian hari.

Mimpi kecilku untuk jangka pendek tidaklah muluk, bisa mendapatkan biaya untuk tetap melanjutkan pendidikan D3-ku sekarang dan pendukung kegiatan-kegiatan belajar sampinganku.

Pendukung kegiatan belajarku tidak terlalu rumit dan sulit. Mempunyai tempat kecil yang bisa ku huni, tak perlu megah, sudah ada sebuah gubuk kecil di sebelah rumahku, yang dulu ditempati nenek. Gubuk semi-permanen ini, ingin pelan-pelan kujadikan sesuatu yang bermanfaat selain hanya untuk tempatku berlindung saja.

Aku ingin nantinya disana, bisa menjadi tempatku bereksperimen dengan kegiatan kuliah, dan ketertarikanku akan beberapa hal tentang komputer, jaringan, dan linux. Mempunyai koneksi internet, router, dua buah komputer; satu untukku dan satunya untuk internet gratis bagi pelajar yang ingin mencari tugas-tugas sekolahnya; tentu saja komputernya menggunakan salah satu distro Linux kesayangan sebagai sistem operasinya, sebuah akses poin untuk membuat hotspot, bagi pelajar-pelajar yang ingin menggunakan internet untuk membantu pelajarannya.

Namun keadaanku saat ini, masih sangat susah untuk mewujudkan itu semua. Kebodohanku, kemalasanku, dan sikap acuh-tak acuhku dimasa lalu, menyebabkan keterpurukanku sekarang. Waktu yang kulalui merantau bertahun-tahun,  tak bisa kumanfaatkan dengan baik.

Kepulanganku dari rantau tidaklah membawa keberhasilan, melainkan meninggalkan banyak kegagalan, pulang sebagai pengangguran tanpa keahlian yang memadai, membuatku kerepotan ketika dikampung. Kondisiku sekarang adalah cerminan masa laluku.

Setahun sudah ku kembali pulang ke kampung halaman, belum ada kemajuan yang signifikan kulakukan. Gagal menjalankan usaha penjualan tiket pesawat dan pos pembayaran membuatku tak bisa menanggung biaya kontrak tahunan ku yang akan habis masanya pada bulan depan, bertepatan dengan awal semester baru perkuliahanku. Awal semester yang tentu saja menuntut pembayaran semester, berhadapan dengan kebutuhan untuk membenahi gubuk kecilku. Atap yang bocor, tulang gubuk yang sudah keropos dimakan rayap, pemasangan listrik, pemasangan internet, dan hal-hal lain yang mungkin masih akan muncul nantinya. Padahal kondisi keuanganku benar-benar sedang nol saat ini.

Tapi aku tak menyerah, aku yakin akan ada jalan keluarnya, aku yakin akan mimpi kecilku. Beberapa waktu yang lalu, aku sempat berbincang-bincang dengan seseorang, yang mengatakan padaku, bahwa aku harus bisa menerima kenyataan dan tak berharap yang muluk-muluk. Sedih rasanya ketika impianku dipatahkan dengan argumen itu. Argumen yang seolah-olah menyuruhku berhenti bermimpi. Aku tak terima, bagiku ini adalah tujuan hidupku. Aku takkan berhenti mewujudkan mimpi-mimpiku. Aku terima kondisiku saat inik tapi itu takkan menghentikanku. Dulu aku sering menyerah dengan keadaan kemudian melarikan diri. Tidak kali ini, tekadku bulat. Dengan atau tanpa bantuan orang lain aku akan tetap maju.

Jangan hentikan mimpiku!
Karena itu yang membuatku tetap bisa melanjutkan hidupku!

Aug 12, 2015

Remote Desktop dengan X11vnc dan Remmina Arch Linux dan Ubuntu

Instalasi X11VNC


Arch Linux :
# pacman -S x11vnc
Ubuntu : 
$ sudo apt-get install x11vnc

Konfigurasi X11VNC

Ketika menjalan X11vnc maka akan dihadapkan dengan dua antarmuka pengguna grafis :

Konfigurasi Port x11vnc

pada antarmuka ini akan ditampilkan port yang akan digunakan oleh x11vnc, secara default port-nya adalah 5900, jika tidak ada perubahan maka klik OK

Konfigurasi Properties X11VNC

  • Centang tanda Accept Connections
  • Isikan password (ini adalah password untuk remote dari vnc client, remmina)
  • Jika ingin digunakan untuk semacam presentasi berikan password ViewOnly Password
  • Klik OK


Instalasi Remmina

Arch Linux :
# pacman -S remmina
Ubuntu :
$ sudo apt-get install remmina remmina-plugin-vnc

Konfigurasi Remmina

Membuat Konfigurasi Baru Remmina

Klik ikon Create a new remote desktop file Yang akan membuka jendela baru untuk file konfigurasi

Konfigurasi File Remote Desktop

  1. Isikan nama file
  2. Isikan nama grup. (bukan workgroup, ini hanya untuk mengelompokkan)
  3. Pilih VNC - Virtual Network Computing pada opsi protokol
  4. Isikan Alamat IP dan Port yang dibatasi dengan tanda : (titik dua)
  5. Isikan username untuk pengguna desktop yang akan diremote
  6. Isikan Password untuk pengguna desktop yang akan diremote
  7. Klik Save  untuk menyimpan konfigurasi
  8. Klik Connect untuk melakukan remote desktop



Semoga Bermanfaat!

Feb 18, 2015

Fluxbox SlackBuild Script

Fluxbox 1.3.7 sudah rilis seperti yang tertulis di website resminya fluxbox.org, karena waktu download slackware-current beberapa hari yang lalu fluxboxnya masih versi 1.3.6 jadinya kepikiran buat install yang baru.


Sebelum-sebelumnya cuma install pake cara :
./configure && make && make install
Kali ini saya memberanikan diri membuat package sendiri menggunakan skrip slackbuild, dengan deg-degan mengikuti tutorial dari slackwiki.com akhirnya bisa juga build packagenya (so happy with this first experience).

Walaupun slackbuild yang saya bikin baru cuma mengikuti cara yang ada di tutorial slackwiki tersebut ^_^

tapi saya beranikan diri untuk memposting skrip tersebut, sekaligus sebagai backup pribadi


Semoga bermanfaat, terima kasih.

"intermezzo" Pengalaman pertama waktu membuat script slackbuild

Ditengah kebingungan mau dibawa kemana hidup ini :)
Ingin belajar coding tapi otak udah susah diajak kompromi walhasil sampai hari ini masih nol besar urusan coding.

Beberapa hari yang lalu saya mengganti kembali linux mint yang sempat terinstall di pc karena ada teman yang ingin liat linux tapi ndak pake ribet :)
PC tua ini saya install slackware kembali.

Seperti biasa, saya galau mau pakai windowmanager apa (tipikal manusia ndak punya tujuan), tadinya ingin pakai DWM seperti di hdd eksternal, karena sudah lupa gimana dulu waktu install, akhirnya buat sementara saya pake fluxbox dulu aja yang udah kebawa ama slackware.

Iseng-iseng buka website fluxbox.org, ternyata ada versi baru fluxbox yaitu fluxbox-1.3.7, satu versi lebih tinggi dari bawaan slackware-current saya sekarang. Jadi mupeng deh pengen upgrade, waktu search di slackbuilds.org, eh... ga nemu. Karena males googling nyari package yang udah ada kepikiran bikin package sendiri deh, akhirnya buka slackwiki.com buat belajar bikin script slackbuild sendiri (walau kepala pusing baca script yang saya sama sekali buta).
Fluxbox yang sekarang dipakai sampai saat ini belum dikustomisasi macam-macam. Beberapa aplikasi yang sempat diinstall habis install slackware :
  • vlc punya alienbob beserta dependensinya buat setel video
  • flashplayer-plugin buat buka youtube di mozilla
  • module NVIDIA buat VGA card jadul Ge-Force 7300GT 512Mb yang nangkring di PC tua ini
  • dnscrypt-proxy beserta dependensi biar bisa browsing lebih bebas (agak bete ama "internet positif" beberapa website yang isinya bukan konten terlarang juga ikut kena imbasnya)
  • scrot buat ambil screenshot dibawah
waktu mau download scrot dari slackbuilds.org, dependensinya giblib yang dependensinya imlib2 yang kebetulan juga bisa buat fluxbox :). Link dari slackbuilds.org mengarah ke sourceforge.net yang kebetulan saat post ini ditulis sedang down sebagian katanya, walhasil googling dulu buat dapetin source giblib di repo fedora dan imlib2nya akhirnya ketemu di fossies.org, hasilnya screenshot tampilan default fluxbox yang serba putih abu-abu (kaya seragam sma) dibawah :

Screenshot fluxbox-1.3.6 default

Tadinya semua berjalan lancar sampai mentok dibagian opsi configure yang membuat saya harus buka file yang ada disource (sekali lagi baca-baca script yang saya tidak mengerti), lagi pura-pura serius baca ^_^ tiba-tiba semua buyar gara "si wewew" yang liat cicak tiba-tiba langsung lompat ke jendela dibelakang saya, hasilnya semua barang-barang yang nangkring di pinggiran jendela beterbangan termasuk sebuah botol air mineral besar yang masih berisi setengah. Baju, jaket, bantal, dan kursi mendadak basah.
Sekarang slackbuildnya masih saya anggurin gara-gara tersangka dibawah:
"Si Wewew" si kurang kerjaan sedunia
 Kucing ngungsi ga tau darimana ini, terbukti super kurang kerjaan, dari pertama datang sampe sekarang ada-ada aja ulahnya. Pernah satu kali dia lompat-lompat dinding yang tingginya 1,5M, kirain lagi apa, tau-tau cuma garuk-garuk bekas coretan spidol di dinding. Parahnya dia ngelakuin itu semaleman, sampai-sampai teman yang lagi ikut belajar di tempat saya jadi gatel pengen videoin (mungkin suatu saat akan saya upload).
Kucing kurang didikan ini juga terbukti durhaka ama majikan, kalo ngelakuin kesalahan trus diomelin dia malah balik marah dan nyakar.
Ampunn deh... @_@


Menambahkan File Instalasi Slackware-Current pada Partisi YUMI MULTIBOOT

Cara ini bisa dilakukan jika sudah memiliki Multiboot USB Drive, yang di buat dengan YUMI Multiboot USB Creator khususnya, atau pada multiboot yang lain yang mempunyai pola yang sama. Jika belum maka bisa mengikuti cara pada postingan ini.

Belum lama ini saya mendownload file-file instalasi Slackware-current dari salah satu mirror lokal repo.ukdw.ac.id. Hasil download adalah berupa file instalasi bukan image. Biasanya file-file ini di buatkan imagenya baru kemudian digunakan dengan YUMI.

Kali ini saya hanya menambahkan file-file instalasi ke dalam partisi YUMI Multiboot.

Langkah-langkahnya :
  • Copy file Slackware ke dalam folder multiboot. Dalam hal ini folder Slackware saya bernama slackware-current maka susunannya menjadi: 
(Partisi YUMI)/multiboot/slackware-current
  • Edit file "menu.lst" dalam folder (Partisi YUMI)/multiboot/menu/, tambahkan baris-baris berikut pada bagian akhir file menu.lst :
# Start Slackware Installation
title install slackware-current
root(hd0,0)
kernel /multiboot/slackware-current/kernels/hugesmp.s/bzImage
initrd /multiboot/slackware-current/isolinux/initrd.img
  •  Silahkan boot devicenya kemudian pilih menu install slackware-current  
Semoga bermanfaat terima kasih.

Sep 14, 2014

Cara Mematikan Monitor Blank (Display Power Management Signaling) DPMS pada linux

Posting ini berawal waktu saya merasa terganggu saat menonton video pada player atau stream dan sedang membaca ebook. Waktu komputer tidak digunakan (mouse dan keyboard tidak disentuh), fungsi DPMS menyalakan power saving dan monitor pun stand by atau blank, padahal fungsi screensaver sudah dimatikan. Pada VLC sekalipun walau opsi "inhibit the power management daemon during playback" sudah di centang "dinyalakan" tetap saja monitor blank walaupun tidak suspend. Hal ini saya temui saat menonton video dengan VLC pada slackware. Sungguh mengganggu apalagi jika sedang ada adegan seru atau tegang :)

Untuk mengatasi hal tersebut bisa dengan membuka terminal kemudian ketik perintah berikut:
xset s noblank; xset -dpms; xset s off
Jika ingin perintah di atas permanent maka bisa ditambahkan pada skrip ".xinitrc" saat startup X, caranya:
Nyalakan opsi view hidden file pada file manager anda; biasanya dengan menekan "Ctrl + H" pada keyboard.
Cari file dengan nama .xinitrc atau .xsession
Tambahkan dua baris berikut sebelum launch Desktop Manager (DM) atau Window Manager (WM)
## DPMS off ##
(sleep 10s && xset s noblank; xset -dpms; xset s off) &
Jika setelah melakukan hal diatas monitor anda masih blank, cek pengaturan BIOS anda. Apakah ada pengaturan untuk power saving pada bios. Jika ya, matikan. Semoga Bermanfaat

Software-software USB Booting

Software-software yang pernah saya gunakan membuat media USB boot atau multiboot dari UFD atau USB Harddrive.
Semua software diatas menggunakan Antar-Muka-Pengguna/GUI (Graphic User Interface), untuk memudahkan penggunaan tanpa memerlukan pengetahuan mendalam tentang komputer.

Jul 26, 2014

Broadcom wireless di slackware ku

Sebenarnya hal ini sudah banyak dibahas di thread-thread forum dan milis linux. Tapi ini merupakan dokumentasi pribadi bagi saya.

Agak sedih juga hari ini waktu test running slackware yang saya install di usb-hdd ga detect broadcom wireless adapter di laptop Inspiron yang saya pinjam dari saudara.

Masalah ini dulu tidak pernah muncul karna saat instalasi saya menggunakan laptop Inspiron juga. Berhubung sudah setahun saya tidak menggunakan laptop lagi. Terakhir waktu install ulang slackware di USB HDD saya menggunakan Desktop PC yang tidak mempunyai wireless adapter sama sekali. Walaupun begitu waktu test run di netbook Toshiba yang menggunakan wireless adapter realtek saya tidak menemukan kendala sama sekali, slackware langsung mendeteksi wireless adapter tersebut.

Dikarenakan perbedaan yang terjadi dengan dua adapter diatas, saya menduga bahwa ketika saya menginstall slackware menggunakan Laptop yang memiliki adapter broadcom maka module sudah preload. Satu hal yang saya ingat broadcom menggunakan proprietary driver. Solusi yang terpikirkan adalah dengan meload module secara manual.

Setelah googling beberapa saat saya menemukan solusi di slackwiki jika anda klik link tersebut maka anda akan mendapatkan solusi berbahasa inggris yang sudah sangat jelas step by stepnya. Tapi untuk memudahkan saya yang ingin mempunyai dokumentasi yang sesuai dengan preferensi saya, dan tidak perlu lagi melakukan random searching jika saya menghadapi masalah yang sama maka saya coba menuliskannya di blog ini.

Hal yang pertama saya lakukan waktu melihat tidak ada wireless adapter yang muncul pada nm-connection-editor adalah mencheck hardware yang dimiliki laptop yang saya gunakan dengan perintah :

#lspci -v

Setelah men-scrolldown keluaran perintah tersebut saya menemukan hasil sebagai berikut :
06:00.0 Network controller: Broadcom Corporation BCM43142 802.11b/g/n (rev 01)
...
Capabilities: [16c] Power Budgeting <?>

Dari keluaran tersebut saya menemukan bahwa hardware yang dimiliki laptop ini adalah Broadcom BCM4312 dan belum ada kernel driver (module) yang diload, karena jika sudah ada module yang diload maka pada bagian akhir keluaran tersebut akan terdapat :

Kernel driver in use: wl
Kernel modules: wl
Jika sudah ada maka langkah yang dilakukan adalah meload module yang ada, nanti akan saya jelaskan contohnya.

Karena belum ada maka module harus di install terlebih dahulu. Dengan petunjuk dari Slackwiki saya mengetahui bahwa modulenya bisa didownload dari SBo

Instalasi package dari SBo dengan cara :
- Arahkan ke direktori tempat module didownload
- Ekstrak package yang sudah didownload dengan perintah :
#tar -xf [nama_package]
- Copy source module kedalam direktori hasil ekstraksi dengan perintah :
#cp [source_file] [direktori_ekstraksi]
- Arahkan ke direktori hasil ekstraksi
#cd [direktori_ekstraksi]
- Jalankan skrip slackbuild
#sh ./[skrip_slackbuild]
- Instal package yang dibuat dari skrip slackbuild
#installpkg [package_yang_dibuat_dari_slackbuild]

sesuai dengan petunjuk instalasi dari SBo untuk module broadcom jika diperlukan maka tambahkan daftar blacklist pada direktori /etc/modprobe.d/ agar tidak konflik dengan driver-driver broadcom yang lain.

#cd /etc/modprobe.d/
#nano b43_blacklist.conf
copy baris-baris berikut kedalam text editor
blacklist ssb
blacklist b43
blacklist  bcma 
Kemudian save file tersebut

Check apakah module sudah terinstal dengan perintah :
#lspci -v
jika sudah maka baris berikut akan muncul pada bagian akhir broadcom adapter :
Kernel modules: wl
Jika belum diload maka bisa diload dengan perintah :
#modprobe wl
Check kembali dengan perintah:
#lspci -v
pada akhiran keluaran akan muncul baris:
Kernel driver in use: wl

Periksa apakah device sudah terdeteksi dengan perintah :
#iwconfig
Satu catatan waktu saya menjalankan perintah ini nama device yang muncul pada saya adalah:
rename4 bukan wlan0 seperti biasanya
Periksa apakah device sudah up dan bisa digunakan dengan perintah:
#ifconfig [nama_device] up
karena keluaran iwconfig nama device saya adalah rename4 maka perintah yang saya gunakan adalah:
#ifconfig rename4 up
Sampai pada langkah ini seharusnya device sudah bisa dikonfigurasi. Saya menggunakan NetworkManager untuk konfigurasi koneksi saya, maka sebelumnya saya merestart NetworkManager daemon supaya mendeteksi adapter broadcom dengan perintah:
#/etc/rc.d/rc.networkmanager restart
selanjutnya jalankan nm-connection-editor untuk menambahkan koneksi wifi yang baru. 
Catatan: jika MAC address device tidak muncul pada tab Device MAC address, masukkan saja MAC address secara manual, MAC address bisa didapatkan dari label yang ada dilaptop atau dari keluaran perintah:
#iwconfig atau
#ifconfig
Jika tidak ada masalah yang lain maka Broadcom adapter pada laptop sudah siap digunakan, selamat terkoneksi dengan jaringan wireless ditempat anda.

Referensi: Slackwiki